Dari Batu Hijau untuk Anak: Kolaborasi AMMAN dan Pemda Turunkan Stunting

0
667

Penulis: Fajar Rachmat

HUJAN MENGGUYUR jalanan saat memasuki desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (30/9/25). Tanpa jas hujan, saya terus memacu motor. Sudah tanggung mau berhenti, sebentar lagi sampai.

Di sebuah lapangan samping jalan, tampak anak-anak bertelanjang dada main bola sambil mandi hujan.Memasuki Desa Maluk, dari kejauhan tampak api flare berkobar menyala-nyala. Towernya berdiri tegak di atas sebuah bukit. Tampak ikonik sekali. Khas memasuki daerah-daerah tambang. Seperti kita memasuki Kota Maluk, tempat beroperasinya PT Amman Mineral Nusa Tenggara ini.

Sebagai sebuah perusahaan tambang tembaga, emas dan perak yang mengeruk isi bumi, tentu PT AMNT sadar akan kewajiban-kewajibannya kepada masyarakat lokasi pertambangan. Melalui program Corporate Social  Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. AMNT bertanggungjawab terhadap pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan.  

Lalu, apa saja contoh program-program CSR PT AMNT yang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat setempat? ‘’Tentu banyak contohnya. Apalagi setelah dibangunnya pabrik smelter yang menyerap tenaga kerja yang lebih banyak,’’ kata Baharuddin, S.E., Kepala Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, NTB, Selasa, (30/9/25).

Bahar juga menyebut, PT AMNT sangat responsip atas kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Khususnya saat terjadi bencana alam. ‘’Tim Eksternal AMNT selalu ada di lapangan,’’ kata Bahar sambil mengajak saya masuk. Untuk masuk ke ruangan kantor desa, kami harus merangkak lewat bawah kayu-kayu yang melintang, karena bangunan kantor sedang direnovasi. Dua orang tukang bangunan tampak masih bekerja. Setelah susah payah kami sampai dalam ruangan.

‘’Yang lebih besar lagi, PT AMNT sangat berperan dalam membantu pemerintah KSB dalam menurunkan angka stunting. Kerjasama dengan Yayasan Care Peduli, perusahaan telah berkontribusi sangat signifikan dalam menurunkan angka stunting di Desa Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat,’’ katanya. Saya mengambil posisi duduk berhadapan dengan Kades. Sebuah meja besar membatasi kami. Atas meja tampak berdebu bekas tukang bangunan yang bekerja.

Program penurunan stunting ini diluncurkan sejak tahun 2022 lalu. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Yayasan Care Peduli. Program ini menjadi prioritas mengingat NTB termasuk provinsi dengan angka stunting paling tinggi di Indonesia.

Berdasarkan data dari ePPBGM 2022, Desa Maluk memiliki angka prevalensi stunting tertinggi yaitu 33 anak balita. Oleh karenya, Desa Maluk salah satu Lokasi Fokus percepatan penurunan stunting di KSB.

Kades mengungkapkan, untuk memastikan keberlanjutan pelaksanaan PMT bagi keluarga dengan anak stunting dan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Desa Maluk, Pemda, PT AMNT dan Yayasan Care Peduli melakukan kegiatan masak bersama. Selain itu dilakukan juga pemberian informasi dan edukasi mengenai kesehatan gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan serta isu terkait melalui kelas pengasuhan anak (parenting).

di laman https://www.amman.co.id/id/artikel/amman-luncurkan-program-percepatan-penanganan-stunting-di-ksb-guna-siapkan-generasi-masa-depan-yang-berkualitas Head of Social Impact AMMAN Priyo Pramono menjelaskan melalui kerjasama ini, AMMAN bersama Yayasan Care Peduli melakukan berbagai intervensi serta upaya aktif dalam periode 3 tahun. Program ini fokus menangani 3 bidang yaitu perbaikan gizi dan kesehatan anak balita, Perbaikan gizi dan kesehatan ibu hamil, serta penguatan kapasitas, suara dan kepemimpinan perempuan dalam keluarga dan masyarakat . ‘’Ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami, yang termasuk ke dalam  Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM),’’ katanya.

Hal ini dalam usaha menciptakan warisan terbaik bagi generasi masa depan KSB. Pada tahun 2022 lalu, KSB menempati urutan pertama di Provinsi NTB yang paling kecil angka stuntingnya dengan persentase 9,22 persen. Dikutip dari laman https://ppid.sumbawabaratkab.go.id/en/article/pemkab-sumbawa-barat-gelar-rakor-tpps-ii-2025-mantapkan-strategi-percepatan-penurunan-stunting, tanggal 10 Oktober 2025, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah menekankan pentingnya menjaga konsistensi capaian penurunan stunting. “Di periode ini tahun 2025, saya berharap kerjasama lintas sektor semakin kuat. Jangan sampai apa yang sudah berhasil kita capai di 10 tahun sebelumnya berhenti begitu saja. Stunting ini tanggung jawab kita bersama. Tanpa kolaborasi dan kerjasama yang baik, target kita sulit tercapai,” tegas Wakil Bupati.

Ia menyoroti angka stunting per Februari 2025 yang mencapai 7,1% atau setara dengan 761 balita se-KSB. Sehingga berdasarkan data tersebut, wakil bupati menghimbau kepada seluruh pihak yang bertanggung jawab untuk menemukan masalah dan mencari solusinya. Berdasarkan data ini, kita harus segera turun ke lapangan, cari kendala, dan temukan solusinya.

Pemerintah sudah menyiapkan upaya dan program-program yang menyentuh langsung, salah satunya lewat program Kartu Sumbawa Barat Maju melalui layanan kesehatan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KP3A) Agus Purnawan, S.Pi., M.M., menguraikan konsistensi KSB dalam menurunkan angka stunting sejak 2020. Saat itu, angka stunting berada di 15,80%, kemudian turun signifikan menjadi 7,64% pada 2023, 7,48% di Februari 2024, 7,36% di Juni 2024, hingga 7,10% pada Februari 2025 ini.

“Dalam penilaian kinerja stunting tahun 2024, KSB meraih peringkat pertama. Ini buah kerja keras semua pihak. Ke depan, kami menargetkan angka stunting turun hingga 5,60% pada tahun 2029. Angka ini realistis dan optimis dapat tercapai dengan kemitraan yang kita bangun, baik dengan OPD, PT AMMAN, maupun stakeholder lainnya,” ungkap Agus.

Menjawab pertanyaan radarsumbawa.com, Vice President Corporate Communications & Investor Relations AMMAN, Kartika Octaviana mengatakan, perusahaan memiliki prioritas program tanggungjawab social dan lingkungan.

Fokusnya pada bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan infrastruktur dasar dan lingkungan.

‘’Sesuai dengan yang sudah disetujui pemerintah dalam Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM),’’ jelasnya.

Tak sekadar mengejar keuntungan, AMMAN bersama pemerintah Sumbawa Barat turut menyulam kehidupan yang lebih baik. Membimbing masyarakat keluar dari bayang-bayang stunting melalui berbagai program kesehatan dan edukasi gizi. Program kerjasama ini, membuka peluang bagi generasi penerus untuk tumbuh sehat dan kuat.

Kisah ini bukan hanya tentang angka statistik, melainkan tentang harapan baru dan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak di wilayah tambang Batu Hijau, khususnya dan Kabupaten Sumbawa Barat umumnya.. (Fajar Rachmat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini