AMMAN Scholars, Emas dari Perut Bumi di dalam Otak Pemuda

0
845

OLEH: FAJAR RACHMAT

Pendidikan adalah warisan paling berharga. Menyadari hal itu, PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara meluncurkan program AMMAN Scholars. AMMAN tengah membentuk fondasi kokoh bagi kemajuan daerah di masa depan.

‘’Nama saya Aura Pak, asal Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat. Saya bersekolah di SMK NU Banat, Kudus, Jawa Tengah,’’ suara gadis terdengar ceria di balik telepon. Aura adalah salah satu dari 46 penerima AMMAN scholars tahhun 2025 dari Sumbawa Barat. Selain mereka, masih ada tujuh lagi penerima dari Kabupaten Sumbawa.

Aura sebenarnya anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Rusman dan Nuraini. Tapi karena kakaknya sudah meninggal dunia, maka kini dia menjadi anak tertua. Menjadi anak sulung, tentu mempunyai tanggungjawab juga terhadap adik-adiknya. Maka ketika ada informasi tentang AMMAN Scolars Aura langsung tertarik mengikuti. ‘’Karena kan bebas biaya. Jadi orang tua saya biar fokus membiayai sekolah adik-adik saya,’’ kata alumni SMPIT Darul Ilmi, Maluk ini.

Bersama seorang saudara sepupu, dia pun mulai melengkapi data sebagai kelengkapan administrasi. Dinyatakan lengkap, dia lulus. Sementara sepupunya harus bersabar. Selanjutnya dia harus bersaing dengan ratusan pelamar di tahapan kedua, Psiko test. Berhasil lagi.

Setelah itu mengikuti tes wawancara. Aura sempat deg-degan. Apalagi pengumumannya cukup lama. ‘’Saya berdoa selalu, karena saya tahu hanya Allah yang bisa menolong setelah kita berikhtiar,’’ ujarnya. Pengumuman pun tiba. Lulus.

Test terakhir adalah Medical Checkup (MCU). Pada tahapan ini Aura mengaku sudah sedikit tenang. Karena dia yakin tidak memiliki riwayat penyakit. Dan keyakinannya itu terbukti. Aura menjadi salah satu dari 46 siswa KSB yang lulus menjadi peserta AMMAN Scholars.

Di SMK NU Banat, Aura mengambil jurusan Fashion. Menurutnya, SMK ini mempunyai fasilitas yang lengkap. Selain itu yang sangat mendukung adalah karena di Kudus, ada banyak event-event yang diikuti menjadi ajang praktik bagi siswa SMK.

Aura, siswi SMK NU Banat asal Maluk, Sumbawa Barat, peraih AMMAN Scholars

Aura tinggal di kos-kosan milik salah satu Wakil Kepala Sekolahnya. Tetapi wali asuhnya adalah Wakil Kepala Sekolahnya yang lain. Dari kos ke sekolah jarak tempuhnya sekitar 15 menit pakai mobil. ‘’Kami diantar jemput. Ada fasilitas transport yang juga sudah dibiayai oleh AMMAN,’’ ungkapnya.

Dan yang membanggakan saat ini adalah, Aura sedang mengikuti kompetisi ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba. Dan dia lolos ke babak grand final. ‘’Saya membawa atas nama Kabupaten Sumbawa Barat, KSB,’’ ujarnya. Aura berterimakasih kepada PT AMMAN atas beasiswa ini. Dia berjanji akan memanfaatkan beasiswa dari AMMAN ini dengan belajar dengan tekun agar bisa sukses ke depannya.

Sementara itu Imtihan, adalah salah satu dari tujuh siswa yang mendapat AMMAN Scholars dari Kabupaten Sumbawa. Siswa asal Kecamatan Buer ini, kini sekolah di SMK Raden Umar Said, Kudus. Lulusan MTs Pondok Abu Bakar Sumbawa Besar ini mengambil jurusan pengembangan perangkat lunak dan game. Berbeda dengan yang lainnya, Imtihan bersama dua orang temannya tinggal di rumah wali asuhnya di Karang Maja, Getasrabi, Kecamatan Gebog Kudus, Jawa Tengah. ‘’Wali asuh kami Pak Abdul Jamil, adalah guru di sekolah kami,’’ kata pelajar yang bercita-cita menjadi programer web development ini.

Dari kiri, Imtihan. Hilman, Qonita, Inzan, Bhumi, dan Daneal. Sebagian dari siswa/siswi peraih AMMAN Scholars yang bersekolah di SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah

Jarak dari rumah wali asuh ke sekolahnya sekitar 5 kilometer. Yang menarik, Imtihan mendapat fasilitas sepeda motor dari Wali Asuhnya. Pukul 06.00 WIB pagi sudah berangkat sekolah berboncengan dengan temannya. Belajar sampai jam 16.00, Imtihan biasanya tidak langsung pulang. ‘’Karena kami masih mengikuti ekstra kurikuler,’’ ungkapnya. Setelahnya baru pulang, belajar dan istirahat. Imtihan berterimakasih kepada PT AMMAN atas program beasiswanya. ‘’Sehingga saya dapat belajar ditempat yang lebih baik dengan gratis dan meringankan beban orang tua,’’ ucapnya.

Sementara itu, Annida, lulusan MTSN 3 Sumbawa, mengaku mengikuti program beasiswa AMMAN Scholars ini untuk meringankan beban orang tua. Setelah berhasil lulus, kini dia bersekolah di SMK PGRI 1 Kudus. Pelajar asal Desa Luar, Kecamatan Alas, Sumbawa ini mengambil jurusan kecantikan dan spa. ‘’Sebenarnya pengennya ke jurusan otomotif. Tapi tahun ini belum buka. Tapi saya ada bakat juga di kecantikan dan spa,’’ ujar putri dari Dodi Hidayat Jayamiharja (alm) dan Erni Suryani Santika ini.

Annida, peraih AMMAN Scholars asal Kec Alas, Kab Sumbawa di SMK PGRI 1 Kudus

Di kudus tinggal di kos milik wali asuhnya yang bernama Bu Rara. Kebetulan, Bu Rara ini adalah guru kecantikan di sekolahnya. Beruntung, sekolah dan kosnya berdampingan. Jadi hanya berjalan kaki dari kos ke sekolah. Annida bersyukur sekali karena dengan mendapatkan beasiswa dari PT AMMAN, bisa meringankan beban ibunya. ‘’Saya anak yatim. Saya sangat bersyukur dengan apa yang saya raih sampai saat ini. Terimakasih kepada PT AMMAN,’’ ujarnya.

Peserta lainnya adalah Bhumi Aqiel Magrabhi asal Desa Kuang, Tiang Nam, Taliwang, KSB. Bhumi merupakan teman sekelas dari Imtihan. Bhumi mengaku nekat untuk mendapatkan beasiswa AMMAN Scholars agar dapat menimba ilmu dan mencari pengalaman yang lebih luas.

Yang mengesankan dia ketika harus beradaptasi dengan teman-teman barunya di Kudus. Dalam hal pelajaran di sekolah, tentu tantangan tersendiri. ‘’Metode pengajaran berbeda dengan di sekolah sebelumnya,’’ katanya.

Maksudnya adalah ketika masih SD dan SMP hanya belajar mata pelajaran umum. Namun sekarang belajar lebih spesifik tentang perangkat lunak komputer dan game. ‘’Saya juga mengikuti ekskul bidang jurnalistik di sini. Saya lebih tertantang. Saya bersaing untuk menjadi lebih baik,’’ kata putra dari Hasan Magrabi dan Fransiska Ummiliana ini.

Vice President Social Impact AMMAN, Priyo Pramono menjelaskan, Beasiswa AMMAN Scholars merupakan wujud nyata dari langkah strategis AMMAN untuk turut serta dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SDM di KSB dan Kabupaten Sumbawa (KS). Program AMMAN Scholars adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Sumbawa Barat dan Sumbawa.

“Kami berharap para penerima AMMAN Scholars dapat menimba ilmu setinggi-tingginya serta memaksimalkan pengalaman mereka mencari wawasan di sekolah-sekolah unggulan ini, dengan anak-anak lain dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Tahun ini adalah tahun kelima program ini berjalan di KSB, dan tahun kedua program ini menjangkau Kabupaten Sumbawa. AMMAN bekerja sama dengan tujuh SMK terbaik di Kudus, Malang, dan Ponorogo. Kolaborasi di tahun ini membuka 12 program keahlian dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi, yaitu:

• SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus: Animasi 3D, Desain Grafis, Teknik Grafika, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG)
• SMK NU Maarif Kudus: Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
• SMK NU Banat Kudus: Busana
• SMK PGRI 1 Kudus: Kecantikan dan SPA
• SMK Wisudha Karya: Teknik Mesin, Teknik Mekatronika, Teknik Ketenagalistrikan
• SMK Brantas Karangkates Malang: Teknik Ketenagalistrikan
• SMK PGRI 2 Ponorogo: Teknik Alat Berat

Tahun ini, sebanyak 470 siswa/i mendaftarkan diri untuk menerima beasiswa. Mereka harus melalui empat tahapan seleksi yang komprehensif. Pertama penulisan esai motivasi, tes potensi akademik dan psikotes, wawancara panel, serta tes kesehatan. Hasilnya terpilih 46 kandidat terbaik. Total penerima manfaat sejak awal program menjadi 239 orang. 78 siswa telah lulus dan sisanya masih aktif belajar.

Bidang studi yang dipilih mengikuti kurikulum yang selaras dengan industri, memastikan lulusan memiliki keterampilan dan siap pakai di dunia kerja.

Siswa juga menyelesaikan magang di perusahaan-perusahaan terkemuka, memberi mereka pengalaman praktis yang berharga. Lebih penting lagi, program studi yang dipilih dirancang untuk membuka peluang kerja di luar sektor pertambangan, memberikan opsi karier yang lebih luas bagi peserta didik.

Penulis berpikir, Program AMMAN Scholars bukan sekadar beasiswa. Ia adalah jalan emas bagi anak-anak Sumbawa dam KSB untuk mengubah takdir mereka. Di tengah gempuran tantangan global, inisiatif semacam ini menjadi bukti bahwa investasi terbaik bukan hanya di perut bumi, tapi di pikiran dan hati generasi penerus bangsa.

Program AMMAN Scholars lahir dari keyakinan sederhana: bahwa pendidikan adalah tambang paling berharga yang bisa diwariskan kepada generasi mendatang.

Di antara deretan alat berat dan kerikil tambang, kisah-kisah seperti Iltiham, Bhumi, Aura, dan Annida adalah bukti bahwa emas tak selalu berbentuk logam. Ia bisa hadir dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, dan semangat untuk mengubah nasib. Dan lewat AMMAN Scholars, jalan emas itu kini terbuka lebar untuk generasi muda Sumbawa.

‘’Kalian boleh keruk emas dari perut bumi kami. Tapi pindahkan emas-emas itu ke dalam otak anak-anak kami.’’ (Fajar Rachmat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini