Iwan Febryanto V
Pendahuluan
Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerangka berfikir yang seringkali digunakan adalah memberikan bantuan sosial untuk mengurangi beban masyarakat miskin dan rentan.
Logical framework yang.lebih makroskopik memandang bahwa didalam kelompok sosial tertentu kondisi kemiskinannya lengkap. Kemiskinan secara ekonomi dibantu dengan memberikan uang atau modal usaha produktif.
Bantuan lainnya beras, bantuan layanan kesehatan. seringkali kita jumpai masyarakat miskin yang tidak memiliki rumah atau menempati rumah tidak layak huni sebab bangunannya gunakan material bambu, lantai tanah, tidak ada closet, dapur seadanya. Potret masyarakat miskin semacam ini masih banyak di pedesaan dan juga perkotaan.
Profil kemiskinan seperti ini wajib dilindungi, dibantu dan dijamin.Kemiskinan dan perlindungan sosial.sangat kompleks dan bersìfat multidimensi. Karena itu beberapa aspek penting yang perlu difahami:
Kemiskinan sebagai isu global:*
Kemiskinan merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup manusia dengan dampak negatif yang luas dan kompleks, termasuk kesehatan, pendidikan, lingkungan dan ekonomi.* Beberapa jenis kemiskinan seperti kemiskinan absolut, reĺatif dan.struktural, memerlukan pendekatan yang.berbeda dalam menanganinya.Dampak negatif kemiskinan:* Kesehatan, kemiskinan terkait dengan masalah kesehatan, spt kurangnya.akses terhadap air bersih, sanitasi yang buruk.dan gizi buruk.
* Pendidikan, kemiskinan seingkali menghambat akses terhadap pendidikan berkualitas*
Lingkungan: kemiskinan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. spt penebangan kayu secara ilegal dan polusi.Teori Perllindungan Sosial:* Perlindungan sosial terhadap risikò sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh individu atau kelompok masyarakat* Orientasi pada pencegahan dan mitigasi dampak negatif dari risiko.sosial ekonomi, misalnya bantuan paska bencana yang.dilakukan oleh International Islamic Releif di Cianjur (Jawa barat), Lombok Utara (NTB), dan Poso (Sulteng).
Teori Jaminan Sosial:* Fokus pada pemberian jaminan kepada individu dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
* Pemberian hak-hak sosial dan ekonomi kepada individu dan masyarakat, seperti Jamsos untuk kesehatan.Kedua teori diatas.dapat saja saling melengkapi.Teori bantuan sosial:
* Fokus pada pemberian bantuan langsung kepada individu.dan masyarakat.* Sifat, bantuan sosial (bansos) dapat.bersifat sementara atau jangka panjang.* Dalam prakteknya ketiga teori ini dapat dan harus diintegrasikan agar efektif dan komprehensif.Graduasi sebagai pendekatan (approach)Mekanisme graduasi keluarga miskin misalnya PKH melalui evaluasi dan penilaian terhadap kemampuan keluarga miskin untuk mandiri.Ada beberapa tahapan yang harus di tempuh:
* Evaluasi kemampuan keluarga; khususnya kemampuan. ekonomi, pendidikan dan kesehatan.* Penilaian indikator graduasi. Keluarga miskin (PKH) dinilai berdasarkan indikator, seperti:* Peningkatan pendapatan keluarga* peningkatan kualitas pendidikan anak* Peningkatan status kesehatan keluarga* Kemampuan keluarga untuk mengelola keuangan dan asset. Kriteria.graduasi:* Keluarga miskin yang telah memenuhi kriteria graduasi maka layak untuk graduasi.* proses graduasi, keluarga miskin yang telah graduasi akan menjalani proses:* pengurangan bantuan* menerima pelatihan dan pendampingan* pemantauan (monitoring) dan evaluasi (evaluation).*
Pemantauan pasca-graduasi, dilakukan untuk memastikan bahwa keluarga PKH benar-benar mandiri.Kesimpulan: Graduasi dan Kemandirian pendekatan graduasi dalam memaknai sistem perlindungan.sosial membutuhkan pekerja sosial terlatih dan terampil. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan pemerintah daerah sebab diperlukan sikap empati dan profesional pada.saat dimasyarakat.
Penerima manfaat dari PKH. juga harus kerjasama dan terbuka untuk di MONEV.Penutup: mandiri dan.berkelanjutanKetika kita membuat Pilot Project Graduasi dengan menentukan responden PKH pada 1000 keluarga dalam 1 kabupaten/kota, maka tantangannya relatif ringan. Namun jika mengacu pada data World Bank bahwa jumlah penduduk miskin Indoneaia 190 juta jiwa maka tantangan sangat berat bagi pemerintah dan perintah daerah maupun.stakeholdet. Institusi sosial, ekonomi, pendidikan didesa desa dan kota harus diperkuat dan fokus pada pemberdayaan, kemandirian dan swadaya.




