MATARAM – Moment pemilihan Ketua PWI NTB berlangsung tidak seperti biasanya melalui musyawarah mufakat untuk aklamasi. Ketua PWI NTB periode 2025-2030 harus lahir melalui drama pemungutan suara atau voting. Pemilihan ini diselenggarakan dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram pada 2 Agustus 2025.
Suasana sempat memanas akibat adanya perbedaan pendapat antarpeserta dalam membahas tata tertib pemilihan. Namun panitia dan pimpinan sidang berhasil menciptakan kondisi kondusif sehingga tahapan konferensi tetap berjalan sesuai mekanisme.
Pada awalnya muncul tiga nama bakal calon. Namun tiba-tiba incumben Nasruddin mengundurkan diri. Sehingga tersisa dua calon ketua. Mereka adalah Ahmad Ikliluddin dan H. Abdus Syukur.
Setelah sesi penyampaian visi-misi, proses pemungutan suara (voting) pun dilaksanakan. Panitia menyediakan kertas suara sebagaimana kesepakatan bersama. Dari total 106 pemilik suara, dua dinyatakan tidak sah, sehingga hanya 104 suara yang dihitung.
Hasil voting menunjukkan Ahmad Ikliluddin unggul dengan raihan 64 suara, mengalahkan H. Abdus Syukur yang memperoleh 40 suara. Dengan kemenangan tersebut, Ikliluddin resmi terpilih sebagai Ketua PWI NTB untuk lima tahun ke depan, menggantikan ketua sebelumnya.
Dalam penyampaian visi misinya, Iklil berjanji akan membawa PWI NTB ke arah yang lebih baik.
Selanjutnya diadakan pemilihan Ketua Dewan Kehormatan PWI. H Abdussyukur maju lagi. Kali ini pesaingnya adalah H Rudi Hidayat. Dari voting terbuka yang dilakukan, Abdussyukur berhasil meraih suara terbanyak dan dinyatakan sebagai Ketua DKP. (jar)




