AMMAN Kantongi Rekomendasi Ekspor dari ESDM, Dukung Pemulihan Ekonomi NTB

0
264
Ilustrasi tambang

MATARAM- radarsumbawa.com- 3 November 2025 – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akhirnya memperoleh rekomendasi ekspor konsentrat tembaga. Jumlahnya sebesar 480.000 metrik ton kering (“dmt”). Izin dari Kementerian Energi Sumber daya Energi dan Mineral ini berlaku enam bulan mulai 31 Oktober 2025.

Dengan terbitnya rekomendasi tersebut, Kementerian Perdagangan memiliki landasan untuk menerbitkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) konsentrat tembaga bagi AMNT.

Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makassau, menyatakan izin ekspor konsentrat tembaga
akan menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan operasional perusahaan.
Dengan dimulainya kembali penjualan konsentrat tembaga, pihaknya dapat memastikan bahwa
gudang penyimpanan konsentrat tidak melebihi kapasitas. Sehingga operasional tambang
tetap dapat berlanjut sesuai rencana, selama fasilitas smelter diperbaiki. “Dengan demikian,
kontribusi fiskal AMMAN bagi perekonomian nasional dan daerah juga kembali pulih, serta
mendukung pemulihan ekonomi NTB,” ujar Rachmat.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menyambut baik keputusan
pemerintah pusat yang memberikan rekomendasi ekspor bagi AMNT. Gubernur Iqbal
menegaskan peran aktif Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung langkah tersebut.

“Sejak awal kami berkoordinasi secara intens dengan berbagai kementerian dan lembaga
agar izin ini dapat segera terbit. Izin ini bukan hanya penting untuk operasi AMMAN tapi juga
penting untuk menggerakkan ekonomi lokal serta untuk menjaga stabilitas fiskal daerah,” ujar Iqbal.

Sejak terhentinya smelter, pertumbuhan ekonomi sektor pertambangan mengalami
kontraksi hingga -30%. Akibatnya pertumbuhan ekonomi NTB secara keseluruhan menurun
ke angka -1,47%. Sebenarnya pertumbuhan sektor lain di periode itu sangat tinggi, seperti sektor pertanian yang mencapai 10,28% dan merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 14 tahun terakhir. “Itu sebabnya kami mengingatkan AMMAN agar memastikan smelter segera beroperasi normal kembali,” imbuh Iqbal.

Sebelumnya, operasi fasilitas smelter AMMAN harus berhenti beroperasi sementara pada
bulan Juli dan Agustus 2025 karena perbaikan di unit Flash Converting Furnace dan Sulfuric
Acid Plant. Penghentian sementara ini terpaksa dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih
parah dan risiko bagi keselamatan kerja.

Perbaikan terhadap komponen utama smelter ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi
dan harus dilakukan secara menyeluruh. Mengingat skala dan kerumitan pekerjaan tersebut,
proses perbaikan diperkirakan akan berlanjut hingga paruh pertama tahun 2026.

“Selama periode perbaikan berlangsung, kami tetap melakukan operasi secara parsial dengan
peningkatan produksi yang dilakukan secara hati-hati tanpa mengabaikan aspek
keselamatan,” tutup Rachmat. (jar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini