SUMBAWA- radarsumbawa.com- Tahun ini, genap 12 tahun Universitas Teknologi Sumbawa berdiri. Bertempat di ruang publik kreatif UTS, sebanyak 395 mahasiswa diwisuda. Terdiri dari 340 dari program sarjana dan 55 wisudawan Program Magister manajemen Inovasi.
Hadir Gubernur NTB dua periode TGB HM Zainul Majdi, Pembina Yayasan Deamas yang juga Gubernur NTB 2018-2023 Dr Zulkieflimansyah, Kepala.LLDIKTI Wilayah VIII, perwakilan Pemkab Sumbawa dan sejumlah kepala cabang BUMN.

Rektor UTS Niken Saptarini, S.E., M.Sc. dalam sambutannya mengungkapkan, prosesi wisuda merupakan babak penting dalam proses menuntut ilmu telah berhasil dilalui. Niken berharap ilmu yang telah didapatkan menjadi bekal berharga untuk menggapai cita-cita yang lebih tinggi. Kepada para wisudawan Para Elang Muda Lembah (sebutan bagi mahasiswa UTS) Olat Maras Niken menyebutkan, Kampus adalah laboratorium kehidupan, tidak hanya ditempa dengan materi perkuliahan saja oleh para Dosen, tetapi juga dihadapkan pada berbagai situasi dan interaksi yang membentuk karakter dan memperkaya pengalaman.
Di kampus pula tempat bertemu dengan beragam individu dengan latar belakang, pemikiran, dan tujuan yang berbeda. Melalui interaksi ini, kita belajar tentang toleransi, kerjasama, dan bagaimana membangun relasi yang sehat. “Dengan bekal tersebut sudah saatnya anda terbang untuk mendapatkan pengalaman hidup yang lebih luas sekaligus bermanfaat bagi diri dan masyarakat,” katanya.
“Inilah saat yang tepat untuk memberikan manfaat kepada lingkungan sosial dimanapun nanti anda berada. Universitas Teknologi Sumbawa, adalah rumah yang siapapun selalu diterima kedatangannya, termasuk para alumninya,” imbuhnya.
Selanjutnya Niken menyampaikan sejumlah perkembangan yang terjadi di UTS. Perolehan Predikat Akreditasi Universitas ‘Baik Sekali’ pada tahun 2022 membuktikan bahwa UTS terus berupaya meningkatkan mutu Pendidikan dan pelayanan. UTS yang semula berdiri tahun 2013 dengan 11 program studi, Seiring berjalannya waktu dan kini UTS memiliki 33 program studi yang terdiri dari 32 program studi sarjana dan 1 program studi magister.
Tercatat lebih dari 4.996 mahasiswa asal Sumbawa, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan beberapa daerah lain di Indonesia, bahkan ada beberapa mahasiswa asing yang datang melanjutkan studinya di UTS, dan akan diwisuda hari ini yaitu wisudawan atas nama Aliaksandra Klintsevich, dari negara Belarus.
Selain hal tersebut Prestasi juga terus ditorehkan oleh rekan mahasiswa. Baik Prestasi di bidang Akademik maupun Non-Akademik. Baik level Lokal, Nasional bahkan Internasional. Prestasi tersebut diantaranya adalah Perguruan Tinggi dengan jumlah Proposal Program Kreativitas Mahasiswa terbanyak (11 proposal) di lingkungan LLDIKTI VIII, Juara Duta Bahasa Lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat, Juara Pemuda Pelopor Lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat (salah satu wisudawan sedang mengikuti seleksi tingkat Nasional), Juara pada Kejuaraan Pencak Silat dan Taekwondo pada lingkup Nasional, dan lain-lainPada bidang kerjasama, UTS berhasil meraih banyak prestasi, yaitu Anugerah Dikti Saintek 2024 mendapat Silver Winner dan LLDIKTI 8 kategori PTS dengan kerjasama industri terbaik.
Pada bidang penelitian, UTS mendapat prestasi yaitu Anugerah universitas dengan proposal lolos pendanaan terbanyak hibah penelitian Kemenristekdikti terbanyak (versi LLDIKTI 8). Pada bidang Pengabdian UTS mendapat prestasi yaitu Anugerah universitas dengan proposal lolos pendanaan terbanyak hibah pengabdian Kemenristekdikti (versi LLDIKTI 8).
Jumlah peningkatan penelitian dan pengabdian juga sebanding dengan jumlah publikasi di lingkungan UTS. Hal ini menjadikan peringkat SINTA UTS kini masuk dalam tertinggi di Sumbawa, 5 besar di NTB, 10 besar LLDIKTI 8, dan kuartil 5% Nasional. Atas izin Allah, UTS semakin terdepan dalam pengembangan riset dan teknologi.”UTS tidak bertumbuh sendiri, tetapi juga berkomitmen untuk menebarkan kebermanfaatan bagi sekitar,” katanya.
Salah satu program unggulan UTS yang bersinergi dengan pemerintah desa, yaitu Program MERDEKA. Tercatat 3.212 mahasiswa yang telah turun ke 126 desa se-Kabupaten Sumbawa, mahasiswa dalam hal ini bekerjasama dengan pihak Desa telah mampu menghasilkan 262 Produk Desa berbasis potensi SDA dan Transfer Teknologi, 30 desa wisata, 20 desa budaya, 60 desa rapi administrasi dan 18 desa digital. Capaian prestasi tersebut dilaksanakan dengan kerja keras, kerja tuntas, kerja ikhlas bersama sama dari seluruh Pimpinan, Dosen, karyawan dan mahasiswa.
Pada kesempatan kali ini, Kami juga sampaikan terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak yang mendukung Universitas Teknologi Sumbawa. Dari pihak pemerintahan, industri maupun mitra kerjasama lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-per satu. Dengan dukungan tersebut, kami mampu menorehkan inovasi dan prestasi yang hasilnya tidak hanya baik bagi UTS namun juga bermanfaat bagi masyarakat.
Niken mengingatkan, Ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh di selama kuliah adalah fondasi yang kuat. Namun, janganlah terpaku pada pemikiran lama atau cara-cara konvensional. Beranilah untuk berpikir kritis, keluar dari zona nyaman, dan teruslah beradaptasi dengan ide-ide baru.
Seperti Visi UTS adalah “Menjadi Rumah Pembelajaran yang Nyaman dan Menyenangkan, untuk Tumbuh Utuh Sebagai Manusia dan Bermanfaat Bagi Semesta Alam”. Dunia menanti inovasi dan solusi dari pemikiran-pemikiran segar kalian. Selamat berkarya dan teruslah menjadi pembelajar sejati! (jar)




