
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat langkah kolaboratif dengan Plan International Indonesia melalui optimalisasi Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan). Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Sumbawa pada Kamis (29/10/2026), Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., menegaskan pentingnya orientasi program yang berfokus langsung pada aksi nyata di lapangan.
Bupati Jarot meminta agar berbagai inisiatif pelestarian lingkungan—mulai dari konservasi sumber air, perlindungan daerah aliran sungai (DAS), hingga pendampingan petani—tidak hanya berhenti pada tataran sosialisasi maupun dokumen perencanaan. Seluruh rangkaian kegiatan Program CERAH dinilai perlu terintegrasi secara selaras dengan arah kebijakan daerah, khususnya melalui gerakan Sumbawa Hijau Lestari yang mengusung target penanaman dua juta bibit pohon pada musim hujan mendatang.
Berdasarkan pemaparan tim pelaksana, program yang memperoleh dukungan dari Australian Aid melalui skema ANCP-DFAT ini dijadwalkan berjalan hingga Juni 2028. Jangkauan wilayah intervensinya meliputi 22 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, dengan fokus utama pada kawasan DAS Sumbawa, DAS Moyo, dan DAS Rhee.
Sejumlah pencapaian konkret yang telah direalisasikan meliputi:
Pelatihan Agroforestri: Menjangkau 536 peserta dari 48 kelompok tani di 16 desa.
Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture): Melatih 239 peserta dari 47 kelompok tani di enam desa.
Perencanaan Strategis: Memfasilitasi perumusan rencana aksi mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan DAS di 22 desa sasaran.
Proyeksi Ke depan dan Inklusivitas
Memasuki tahap lanjutan, fokus program akan diarahkan pada pembangunan demplot agroforestri di kawasan hulu dan tengah, penerapan Pertanian Cerdas Iklim di wilayah hilir, pemantapan koordinasi tata kelola air, serta penguatan advokasi kebijakan berbasis lingkungan. Selain itu, aspek inklusivitas menjadi perhatian penting dengan melibatkan kelompok perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas dalam berbagai kampanye serta proses advokasi.
Agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran perangkat daerah terkait, termasuk Kepala Bapperida Sumbawa, para camat, serta Koordinator Proyek CERAH NTB, Abdul Rohman, beserta tim program. Sinergi lintas pihak ini diharapkan mampu mendongkrak ketahanan ekologis sekaligus meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat Sumbawa terhadap dinamika perubahan iklim.




