AMNT Komit Lestarikan Seni Budaya Sumbawa

0
153
Senior Manager Eksternal Relation PT AMMAN Ahmad Salim didampingi Senior Manager Social Impact AMMAN Aji Suryanto menyerahkan sepotong kre Alang kepada pengelola museum Bala Datu Ranga disaksikan Bupati Sumbawa, Ketua DPRD Sumbawa, pejabat Kementerian Hukum dan seluruh hadirin.

SUMBAWA- PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menegaskan komitmennya ikut melestarikan seni dan budaya Sumbawa. Salah satunya adalah dengan menggandeng Universitas Samawa (Unsa) menginisiasi Diseminasi Motif dan Corak Kre Alang.

Kre Alang adalah kain tenun tradisional Sumbawa. Bagaimana agar kekayaan motif dan corak Kre Alang ini mendapatkan hak kekayaan intelektual. Jangan sampai diakui oleh daerah lain, apalagi diakui oleh negara lain.

Dalam hal ini, akademisi Unsa melakukan penelitian tentang makna dan sejarah kre Alang. Penelitian dilakukan ke seluruh desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa. Mencari para pelaku UMKM yang membuat Kre Alang.

Hasil penelitian kemudian dipresentasikan dalam acara Diseminasi Motif dan Corak Kre Alang. Kegiatan ini diselenggarakan di Istana Tua Dalam Loka, Sumbawa, Senin (2/3/26).

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot hadir membuka acara. Dalam sambutnnya Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan bahwa motif dan corak kre Alang bukan hanya hiasan kain, tapi merupakan jejak ingatan kolektif dan cara orang Sumbawa membaca kehidupan.

Menurut Bupati langkah Unsa dan PT AMMAN ini merupakan langkah visioner. Mereka melakukan riset, pendataan, dan mendorong pendaftaran Kekayaan intelektual komunal (KIK). “Ini bukan pekerjaan sederhana. Ini kerja ilmiah, kerja administratif, sekaligus kerja kultural,” kata Bupati.

Senior Manager Eksternal Relation PT AMNT Ahmad Salim menegaskan tidak akan berhenti sampai presentasi saja. Tapi bagaimana membuat kekayaan budaya di Sumbawa itu memiliki daya ungkit ekonomi bagi masyarakat Sumbawa.

“Mindset kita sekarang AMMAN ini tidak hanya sekedar sebagai perusahaan tambang, tapi lebih dari itu. Mampu memberikan warisan-warisan terbaik di Sumbawa atau di daerah lain manapun di mana perusahaan (PT AMMAN) beroperasi,” kata Ahmad Salim.

Senior Manager Social Impact AMMAN Aji Suryanto menyerahkan bingkisan kepada pengelola museum Bala Datu Ranga

Sementara itu Senior Manager Social Impact AMMAN Aji Suryanto menegaskan komitmen AMMAN dalam melestarikan budaya di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu wujud dari program PPN di bidang sosial budaya untuk membantu Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk melestarikan budaya.

Aji mengakui ada gap yang cukup besar antara penenun tua dengan penenun baru. Dengan penelitian ini diharapkan gap yang ada bisa dijembatani.

“Kita berharap setelah ini ada hak paten yang ditindaklanjuti oleh Kementerian Hukum. Mereka membantu kita untuk memastikan 50 motif kre alang ini mendapatkan KIK,” harap Aji. Karena dengan adanya KIK, maka diharapkan nilai ekonomi juga bisa meningkat.

Koordinator penelitian M Yamin mengungkapkan, penelitian dilakukan selama sekitar tiga bulan. Seluruh kecamatan dan desa di mana ada penenun didatangi. “Bahkan ada satu penenun yang pernah menenun di Istana Dalam Loka masih hidup. Namanya Habibah tinggal di Desa Kalimango, Kecamatan Alas,” katanya.

Ketua Tim Peneliti Dr. Ieke Wulan Ayu, S.STP., M.Si mengungkapkan, bahwa terdapat kesenjangan pengetahuan antara penenun tua dengan generasi berikutnya. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan nama kre Alang di daerah yang berbeda. Mereka bisa menenun, tetapi tidak mengetahui makna dari motif yang ditenun. Selain itu, penelitian menemukan sebanyak 50 jenis motif dan corak kre Alang. (jar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini