Mentan Dorong NTB Jadi Pusat Komoditas Bawang Putih dan Jagung Nasional

0
237
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau infrastruktur pendukung pertanian, antara lain lantai jemur bawang putih serta gudang benih milik UD Bayanaka.

MATARAM- Pemerintah Pusat mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB sebagai pusat produksi bawang putih nasional. Dorongan ini guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/2).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau infrastruktur pendukung pertanian, antara lain lantai jemur bawang putih serta gudang benih milik UD Bayanaka. Keduanya juga melakukan penanaman bawang putih bersama Kelompok Tani Pusuk Pujanta sebagai bentuk dukungan kepada petani lokal.

Menteri Pertanian menyatakan penetapan NTB sebagai pusat produksi bawang putih didasarkan pada potensi geografis dan produktivitas kawasan Sembalun yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara signifikan.

Selain bawang putih, Mentan juga berharap NTB dapat berkembang menjadi pusat komoditas jagung nasional. Ia menilai sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia NTB memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan pakan, baik untuk Pulau Jawa maupun pasar yang lebih luas.

“Bisa ya. Orangnya ramah, orangnya baik. Insyaa Allah pasti bisa. Dan, insyaa Allah NTB mensuplai pakan ke Pulau Jawa. Bila perlu, negara lain,” ujar Amran.

Menanggapi isu stabilitas harga hasil panen, pemerintah menawarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai solusi strategis untuk menyerap produk pertanian secara langsung dari petani. Program ini diharapkan mampu menekan fluktuasi harga sekaligus menjaga pendapatan petani saat panen raya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). PPL diminta memberikan pendampingan optimal kepada petani serta menjadi contoh melalui pengelolaan kebun percontohan di wilayah tugas masing-masing. (yes)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini