Bangun Ekosistem Perunggasan di Sumbawa

0
144
Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian, Ma’mun, menjelaskan tentang program Perunggasan kepada Gubernur NTB, Bupati Sumbawa dan seluruh hadirin groundbreaking.

SUMBAWA- 6 Februari 2026 — Pemerintah resmi memulai pembangunan Integrated Poultry Industry atau industri ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui pelaksanaan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, salah satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (6/2/2026).

Program strategis ini digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Danantara Indonesia dan BUMN Pangan, dengan dukungan pendanaan nasional. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem perunggasan nasional di luar Pulau Jawa sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Industri ayam terintegrasi ini dirancang mencakup seluruh rantai nilai perunggasan, mulai dari pembibitan ayam (Grand Parent Stock, Parent Stock hingga Final Stock), pembangunan pabrik pakan, penyediaan obat hewan, rumah potong unggas, cold storage, sistem logistik, hingga jaringan pemasaran.

BUMN Pangan juga berperan sebagai off-taker untuk menjamin penyerapan hasil produksi peternak. Pendanaan nasional mendukung investasi sekitar Rp20 triliun untuk pengembangan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di berbagai provinsi, termasuk NTB.

Selain itu, peternak rakyat, koperasi, dan skema kemitraan dilibatkan dengan target kontribusi sekitar 3 persen dari kapasitas nasional, yang didukung pembiayaan hingga Rp50 triliun.

Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian, Ma’mun, menyampaikan bahwa program ini merupakan terobosan pemerintah atas arahan langsung Presiden untuk membangun ekosistem perunggasan nasional yang merata.

“Fokus BUMN adalah pada DOC dan pakan, dua aspek paling fundamental yang selama ini menjadi kendala daerah. Dengan kehadiran BUMN, peternak tidak lagi kesulitan DOC, harga lebih terjangkau, dan usaha menjadi berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Ma’mun, NTB memiliki modal sosial dan sumber daya yang kuat, namun selama ini masih bergantung pada pasokan dari Jawa. Melalui program ini, akan dibangun farm base terintegrasi dengan dukungan kajian kelayakan dari Boston Consulting Group guna memastikan model bisnis yang dikembangkan berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Selain mendorong produksi, program ini juga mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui penyediaan program magang gratis bagi generasi muda, dengan target pembentukan sekitar 1,1 juta unit peternakan ayam pedaging dan 700 ribu unit peternakan ayam petelur secara nasional.

Melalui industrialisasi perunggasan terintegrasi, pemerintah menargetkan peningkatan produksi nasional, penciptaan lapangan kerja, pengurangan ketimpangan kesejahteraan, serta penguatan kemandirian sektor peternakan menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. (Edo/her)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini