Stunting NTB Menurun, Dikes NTB Jaga Tren Penurunan

0
166
Ilustrasi stunting

SUMBAWA- Tingkat stunting di Provinsi NTB menurun. Kepala Dinas Kesehatan NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS mengatakan akan memperkuat langkah-langkah strategis untuk menjaga tren penurunan stunting. Selain itu sekaligus menekan kasus baru secara cepat dan terukur.

“Capaian tahun 2025 ini patut kita syukuri, namun kita tidak boleh berhenti. Tahun 2026, Dinas Kesehatan NTB bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota akan memperkuat pencegahan dan penanganan stunting melalui intervensi yang lebih terarah, berbasis data, serta mempercepat respons terhadap kasus baru,” jelas Fikri.

Ia menyebutkan sejumlah langkah utama yang akan dijalankan, antara lain:

Aksi Bergizi di Sekolah, untuk membangun pola konsumsi sehat sejak usia dini.

Penguatan Surveilans Gizi, agar data lebih akurat dan cepat ditindaklanjuti.

Pemantauan Pertumbuhan Balita, melalui layanan Posyandu dan Puskesmas secara rutin.

Refreshing PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Balita), untuk memperkuat edukasi keluarga.

Tatalaksana Masalah Gizi, termasuk penanganan cepat pada balita berisiko.

Selanjutnya koordinasi lintas program dan lintas sektor, agar intervensi lebih kuat dan terintegrasi.

Monitoring dan evaluasi program gizi di Desa Berdaya, sebagai lokus percepatan.

Pembinaan gizi bagi SPPG Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar tepat sasaran dan berkualitas.

Pemenuhan Pita LILA untuk skrining keluarga, sebagai deteksi dini risiko stunting.

“Kami juga menekankan pentingnya intervensi berkelanjutan untuk kasus stunting baru, serta dukungan kabupaten/kota dalam pendampingan Survey SSGI 2026. Target kita jelas: menurunkan stunting dengan cara yang terukur, konsisten, dan menyentuh keluarga sebagai pusat pencegahan,” tutup Hamzi Fikri. (Aka)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini